<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900</id><updated>2011-04-22T02:55:01.944+02:00</updated><title type='text'>::: rel's copast | iseng | dll :::</title><subtitle type='html'>all about neo things :-p</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113975183335028110</id><published>2006-02-12T15:33:00.000+02:00</published><updated>2006-02-14T03:48:58.570+02:00</updated><title type='text'>::::: buat yang suka mojok di "PM" Y!m dsb :::::</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/1600/serangan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/320/serangan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                         &lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Serangan ke IM (instant messaging) Melonjak 800 persen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan terhadap jaringan &lt;i&gt;instant messaging&lt;/i&gt; (IM) melonjak gila-gilaan. Pada Desember 2005, serangan IM tercatat lebih dari 800 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu (Desember 2004-red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Threat Center IMlogic, serangan IM pada Desember 2005 berhasil menembus angka 826 persen jika dibandingkan pada Desember 2004. Hal ini membuktikan ancaman yang dihadapi para pengguna IM makin besar sepanjang tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, menurut IMLogic, jumlah serangan pada Desember 2005 tersebut ternyata masih jauh lebih kecil dibanding pada dua bulan sebelumnya. Desember lalu serangan IM tercatat hanya sebanyak 241. Sementara pada November jumlah serangan tercatat mencapai 307 dan Oktober mencapai 294 serangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga bulan tersebut (Oktober, November, Desember-red) serangan terhadap IM meningkat 13 persen selama kuartal ketiga 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu serangan yang sempat menggemparkan dunia maya terjadi pada bulan Desember. Pada saat itu Santaklaus datang dengan membawa hadiah berupa worm Santa. Worm ini akan membujuk pengguna IM untuk mengunjungi situs santa. Worm tersebut berhasil mengelabui pengguna yang menggunakan jaringan IM termasuk AOL, MSN, Yahoo dan ICQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serangan IM bukan saja berkembang dalam hal kuantitas tetapi juga kualitas," ujar Jon Sakoda, Chief Technology Officer IMlogic seperti dikutip &lt;b&gt;detikinet&lt;/b&gt; dari CmpNetAsia Jumat (5/1/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sakoda, pertumbuhan seperti &lt;i&gt;rootkit&lt;/i&gt; dan agen pengumpul informasi, mengisyaratkan bahwa keamanan IM sudah tidak bagus. Untuk itu, setiap organisasi atau individu harus memberikan perlindungan yang cukup karena ancaman kian meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MSN adalah jaringan IM yang paling parah terkena serangan. Tercatat ada sekitar 48 persen jaringan IM yang diserang. Sementara jaringan IM milik AOL, AIM, mendapat 41 persen serangan, disusul Yahoo dengan 11 persen.(detik.com, 06/01/2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113975183335028110?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113975183335028110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113975183335028110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113975183335028110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113975183335028110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/02/buat-yang-suka-mojok-di-pm-ym-dsb.html' title='::::: buat yang suka mojok di &quot;PM&quot; Y!m dsb :::::'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113883536144570811</id><published>2006-02-02T00:55:00.000+02:00</published><updated>2006-02-02T01:09:23.420+02:00</updated><title type='text'>::::: kok gitu sech... 8-&gt; :::::</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/1600/kwitang1.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/320/kwitang1.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi mendapatkan titel sarjana, tak sedikit mahasiswa yang mengambil jalan pintas dengan membeli skripsi. Akal bulus ini memanfaatkan longgarnya pengawasan dosen pembimbing dan pihak akademik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;terus begimana kelanjutannya....? :( baca lengkapnya di bawah ini.. :)&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Skripsi....??!!&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; Tinggal Beli Saja!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;br /&gt;...Buat apa susah-susah bikin skripsi sendiri. Sebab ijazah bagai lampu kristal yang mewah. Ada di ruang tamu hiasan lambang gengsi. Tinggal membeli tenang sajalah... Penggalan lirik Teman Kawanku Punya Teman milik Iwan Fals ini seolah menjadi satire bagi sebagian kaum intelektual di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa dimungkiri, status mahasiswa masih dianggap mentereng di negeri ini. Dengan status itu pula, gelar sarjana siap digenggam. Usaha keras harus dilakukan untuk memburu titel prestisius yang dipajang di belakang nama itu. Namun tak sedikit yang mengambil jalan pintas termasuk membeli karya akhir sebagai syarat kelulusan seperti skripsi, tesis, atau disertasi. Semua bisa dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan inilah yang mengusik tim Sigi SCTV untuk menelisik jual beli skripsi di Yogyakarta. Sebagai kota pelajar, Yogya memang menjadi pasar terbesar para pedagang skripsi. Jumlah mahasiswa di Kota Gudeg ini mencapai ratusan ribu. Di luar tiga perguruan tinggi negeri yang bercokol di kota ini, ada 113 perguruan tinggi swasta dengan 772 program studi. Hasilnya mengagetkan. Tim Sigi menemukan sentra khusus penjualan karya akhir mahasiswa di Pasar Bringharjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah itu dipajang bercampur buku sekolah atau buku mahasiswa. Shopping, begitu masyarakat setempat menyebut transaksi jual beli skripsi. Tinggal sebut jurusan dan strata pendidikan, maka penjual segera menyodorkan katalog. Daftar koleksi mereka, cukup lengkap. Nyaris semua strata dan program jurusan bisa ditemukan. Cuma paling apes, karya akhir yang didapat bisa jadi sudah dijiplak berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal harga, tak perlu khawatir. Karya ilmiah di Bringharjo lumayan murah. Dengan uang Rp 60 ribu, skripsi yang dicari bisa dibawa pulang. Sementara tesis dipatok Rp 150 ribu dan Rp 500 ribu untuk disertasi. Namun tak jarang, judul dalam katalog tak berada di pasar buku itu. Para penjual biasa menyimpan skripsi, tesis, atau disertasi di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat koleksi yang lebih lengkap, tim Sigi mendatangi rumah seorang penjual karya ilmiah di daerah Banguntapan, Bantul. Di tempat itu, ratusan karya akhir mahasiswa dari berbagai strata menumpuk dengan rapi. Semua masih utuh lengkap dengan jilid dan sampul aslinya. Tanpa proses yang berbelit-belit, kopi disertasi keluaran Universitas Gadjah Mada Tahun 2000 pun berpindah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut, sang pedagang--sebut saja Marni--mengaku memulai bisnis ini sejak 1995. Dagangan skripsinya laris manis bak kacang goreng. Bahkan langganan Marni tak terbatas hanya di Yogyakarta. "Pesan lewas SMS [pesan pendek], tinggal tambah ongkos kirim," ujar Marni dengan enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rental pengetikan komputer di daerah Yogya pun ketiban rezeki. Mahasiswa yang malas mengetik ulang kopi skripsi yang dibelinya memilih untuk menyerahkannya ke jasa pengetikan. Saking malasnya, para mahasiswa instan ini terkadang hanya mengubah nama, lokasi, dan waktu penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jarang pula, penjual skripsi memasang iklan melalui spanduk atau pamflet. Layaknya bisnis legal, mereka siap menjadi konsultan pembuatan tugas akhir. Biro-biro jasa ini bahkan melibatkan dosen. Soal harga, semua bisa dinegosiasikan. Tarif pembuatan tesis hingga rampung dipatok Rp 3,5 juta sampai Rp 6 juta. Layaknya transaksi bisnis, ada kontrak yang harus ditandatangani termasuk pembayaran yang bisa diangsur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya di Yogya, bisnis tugas akhir juga terjadi di kota lain. Di Jakarta misalnya, penjual skripsi dengan mudah dijumpai di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Harganya pun lebih murah dengan kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu tergantung jenis penelitian dan tanggal kelulusan sarjana pemiliknya. Lain Jakarta lain pula di Bogor, Jawa Barat. Di Kota Hujan ini sebuah skripsi dihargai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta. Sedangkan tesis, mencapai Rp 6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika skripsi plagiat ini sudah begitu menjamur, lalu di mana peran dosen pembimbing? Kalau sudah begini, ujungnya lagi-lagi masalah klasik, soal kesejahteraan yang membuat para dosen mengasong alias ngajar sana-sini sehingga tak lagi memperhatikan kualitas akademik. Kesempatan ini lantas dimanfaatkan mahasiswa yang mencari jalan pintas. "Karena dosennya tidak kontrol, bablas," ungkap seorang sosiolog, Heru Nugroho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan kontrol ini diakui pengelola UGM. Kampus sebesar itu pun pernah terkena kasus disertasi plagiat. Budi Prasetyo, Direktur Administrasi Akademik UGM mengungkapkan kasus tersebut terjadi di akhir tahun 2000. Setelah melalui perdebatan panjang, sarjana tersebut dicabut kelulusannya. Namun sayang, sanksi akademis tak sampai menyentuh dosen pembimbingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Satryo Soemantri Brodjonegoro. Ia menilai kasus jual beli skripsi terjadi karena dosen kurang ketat mengawasi mahasiswa bimbingannya. "Mungkin masalah waktu. Sibuk cari uang," tambah Satryo. Idealnya, satu dosen maksimal membimbing lima mahasiswa. Namun yang terjadi, seorang dosen bisa membimbing 10 sampai dengan 40 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis jual-menjual, praktik jiplak-menjiplak skripsi sepertinya sudah umum di mana-mana. Dengan sedikit akal bulus plus fulus, mahasiswa malas akhirnya lulus. Lantas bagaimana nasib dunia pendidikan Tanah Air? Jika sudah begini, masih pantaskah mahasiswa disebut kaum intelektual?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja. Itulah ujung yang dicari sebagian besar mahasiswa. Jika sudah sampai di titik ini, ijazah, gelar, atau titel sarjana banyak berbicara. Tak heran, banyak mahasiswa menghalalkan segala cara untuk merengkuhnya. Lalu bagaimana dengan skripsi sebagai karya otentik intelektualitas sarjana? Tak usah terlalu dipikirkan. Toh pada saat wawancara kerja kelak, tak ada yang peduli meski skripsi itu dibeli di emper jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus begimana dong....?????!!!! fakta na gitu jhe.... #-o&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113883536144570811?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113883536144570811/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113883536144570811' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113883536144570811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113883536144570811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/02/kok-gitu-sech-8.html' title='::::: kok gitu sech... 8-&gt; :::::'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113809269513399776</id><published>2006-01-24T10:42:00.000+02:00</published><updated>2006-01-28T11:57:22.570+02:00</updated><title type='text'>:::::sekedar info:::::</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/1600/240106ademoplayboy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/320/240106ademoplayboy.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;:::&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Playboy Indonesia Terus Mendapat Penolakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;:::&lt;br /&gt;(memang harus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta: Rencana terbitnya majalah Playboy edisi Indonesia terus memicu kontroversi. Penolakan turut disuarakan Ketua Pengurus Besar Nadhatul Ulama, Hasyim Muzadi dan Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq. Menurut Hasyim, pemberian izin terbit Playboy Indonesia oleh Dewan Pers harus ditolak, karena masalah pornografi selama ini sudah cukup meresahkan. "Dengan adanya rekomendasi dari pemerintah, berarti pornografi dilegalisasi. Ini akan mempersulit pencegahannya," papar Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Rizieq mengaku bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawal perkembangan rencana penerbitan majalah ini. Menurutnya, soal nama tidak begitu penting, jika yang disajikan ternyata tetap saja berbau pornografi. "Kalau itu terjadi, kami akan bertindak melakukan pencegahan," tegas Rizieq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor Menteri Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/1). Mereka menuntut Depkominfo membatalkan izin penerbitan majalah khusus dewasa tersebut [baca: Mahasiswa Menolak Penerbitan Majalah Playboy Indonesia].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Playboy Indonesia rencananya diterbitkan Maret mendatang. Jika terealisasi, Indonesia adalah negara kedua di Asia setelah Jepang yang menerbitkan Playboy. Majalah dengan simbol kelinci berdasi kupu-kupu ini memang dikenal selalu menampilkan foto-foto model perempuan yang cukup terbuka.(ADO/Aryo Adi Prabowo dan Dwi Firmansyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        ::&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;Mahasiswa Menolak Penerbitan Majalah Playboy Indonesia&lt;/span&gt;::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Pembebasan bereaksi keras terhadap rencana penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia. Mereka, Senin (23/1) siang, mendatangi Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat buat menyampaikan tuntutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demonstran mendesak pemerintah tidak meloloskan izin penerbitan majalah "telanjang" yang rencananya diluncurkan awal Maret mendatang. Mereka menyatakan penerbitan majalah itu dapat merusak moral seluruh bangsa Indonesia, terutama generasi muda [baca: Pro-Kontra Majalah "Kelinci Berdasi Kupu-Kupu"].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Depkominfo Nukman Chalid Sangaji yang menemui sejumlah perwakilan mahasiswa mengatakan, pihaknya tidak berwenang mengeluarkan izin penerbitan. Menurut dia, kewenangan pemberian izin berada di Dewan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara redaksi Majalah Playboy Indonesia tak mau berkomentar apa pun seputar maraknya penolakan penerbitan majalah khusus dewasa itu. Yang pasti, majalah berlogo "kelinci berdasi kupu-kupu" itu memang kerap menampilkan foto-foto telanjang model perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     :::&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pro-Kontra Majalah "Kelinci Berdasi Kupu-Kupu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; :::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan terlihat tak pernah berhenti di lantai empat Gedung Aceh Asean Fertilizer, Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Sejumlah orang lalu-lalang membawa berkas dan helaian dokumen. Mereka, karyawan majalah Playboy Indonesia yang tengah sibuk mempersiapkan penerbitan edisi perdana, Maret mendatang. Adapun pemegang lisensi majalah berlambang kepala kelinci mengenakan dasi kupu-kupu itu adalah Velvet Silver Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski baru beredar satu setengah bulan lagi, namun kehadiran majalah Playboy Indonesia sudah menuai polemik. Sebagian masyarakat mengatakan setuju majalah esek-esek itu terbit di Tanah Air. Asalkan, distribusi dan peredarannya diatur secara ketat. Dalam arti hanya orang dewasa yang boleh membeli majalah yang gemar mengobral aurat itu. Sementara warga lainnya menganggap kehadirannya tidak bermanfaat, malah merusak moral dan tak sesuai adat ketimuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoal perlunya pengaturan peredaran majalah Playboy juga diutarakan anggota Dewan Pers Leo Barubara. Menurut Leo ketika berdialog dengan reporter SCTV Bayu Sutiyono mengakui, harus ada undang-undang yang mengatur distribusi majalah itu. Sikap Dewan Pers sendiri, kata Leo, sudah jelas, bahwa media porno itu bukan produk media pers. "Jadi, puluhan majalah, tabloid, dan video compact disc (VCD) cabul di kota itu bukan produk pers," kata Leo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo mengaku Dewan Pers banyak menerima keberatan dari masyarakat mengenai maraknya peredaran tabloid dan majalah yang mengandung unsur pornografi. Bahkan sebelum ada berita majalah Playboy Indonesia akan terbit. Ia juga mengatakan, terbitnya majalah dewasa itu tidak perlu ditanggapi secara emosional. "Karena media yang lebih jorok dari tabloid dan majalah sudah masuk ke rumah kita," jelas Leo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh Leo bisa jadi benar. Selama ini, tidak hanya orang dewasa saja yang bisa menikmati kemolekan tubuh kaum hawa, baik itu dari luar negeri maupun lokal. Anak-anak pun bisa dengan mudah melihatnya melalui dunia maya. Jika di rumah tidak ada, mereka tinggal datang ke warung internet (internet) yang menyediakan akses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo menganjurkan kepada masyarakat untuk mengadukan masalah itu kepada polisi. Terlebih, jika isinya sudah mengandung kesusilaan yang tak sesuai dengan nilai maryarakat. Menurut Leo, penerbit majalah porno bisa dijerat dengan Pasal 282 Kitab Undang-undang Hukum Pidana mengenai pelanggaran kesusilaan dengan ancaman hukuman maksimal 18 bulan penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pedagang majalah, rencana terbitnya majalah Playboy edisi Indonesia diyakini akan mendongkrak pendapatan mereka. Pasalnya, selama ini majalah sejenis itu cukup banyak digemari oleh kaum adam. Nantinya, mereka mengaku tidak akan sembarangan memajang majalah itu agar tak dikonsumsi anak di bawah umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, pekan pertama bulan Februari para penerbit majalah maupun tabloid yang selama ini diprotes berkumpul di Dewan Pers. Mereka akan diberikan penjelasan oleh Dewan Pers. Sementara pihak Velvet Silver Media ketika didatangi oleh SCTV menolak untuk memberikan komentar. Menurut mereka saat ini belum waktunya untuk memberikan penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           :::&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sekilas majalah "kelinci berdasi kupu-kupu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; :::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah hiburan pria dewasa Playboy merayakan ulang tahunnya yang ke-50 di Los Angeles, Amerika Serikat, baru-baru ini. Selama setengah abad, Playboy rupanya telah membawa perubahan pada dunia hiburan kaum pria. Kendati begitu, kini majalah itu harus menghadapi tantangan berat. Playboy musti bersaing keras dengan dua majalah tandingannya, yakni Penthouse dan Hustler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas tentang Playboy, majalah ini lahir dari gagasan Hugh Hefner pada 1953. Untuk mewujudkan impiannya, pada saat itu Hefner berjuang untuk mendapatkan duit sebanyak US$ 8.000 untuk memproduksi majalah yang di antaranya memuat sejumlah foto telanjang. Dia akhirnya berhasil mendapatkan uang itu. Buntutnya, edisi perdana Playboy diproduksi dan terbit pada Desember 1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dinyana, gabungan antara pornografi, fiksi, humor, wawancara, gaya hidup, dan berita budaya, pernah menjadikan Playboy majalah terlaris di AS. Dalam waktu singkat majalah yang pernah memuat foto bugil aktris Marilyn Monroe itu pun merambah ke layar kaca dengan acara-acara sensualnya. Sekadar informasi, tak sedikit model yang pernah berpose telanjang badan untuk Playboy, kini menjadi selebriti kondang. Bintang film &lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Pamela Anderson&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Carmen Elektra&lt;/span&gt; adalah dua di antaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati telah mendulang sukses, Playboy kini harus memutar otak untuk mengalahkan Penthouse dan Hustler. Pasalnya, sejak kehadiran kedua majalah itu, oplah Playboy menurun cukup drastis (liputan6,sctv)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113809269513399776?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113809269513399776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113809269513399776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113809269513399776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113809269513399776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/01/sekedar-info.html' title=':::::sekedar info:::::'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113698632382507229</id><published>2006-01-11T15:26:00.000+02:00</published><updated>2006-01-14T19:21:28.153+02:00</updated><title type='text'>just looking around 8-|</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/1600/kecilbanget.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2156/2062/320/kecilbanget.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;hanya satu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yah namanya aja beginner :"&gt; klo dalam game itu kan paling gampang di antara level-level lainnya,dan memang didesain khusus buat para pemula atau istilah lainnya "pemain" amatir,yang belum begitu menguasai atau bahkan baru belajar mengenal game tsb.&lt;br /&gt;Lain dengan level-level yang lainnya seperti intermediate dan expert, atau bahkan malah costum level, pada level-level ini,"pemain" bukan lagi dalam taraf mengenal atau belajar, tapi sudah ada dalam taraf "mau dibuat seperti apa dan bagaimana"  game yg dimaenkannya, maksudnya ya tau seluk beluk dan tata letak game tadi, istilah gampangane menguasai lah hehehe, kurang lewih na ngono... :D hhehehe&lt;br /&gt;dan untuk lebih jelasnya, coba aja pada game-game yg ada di komputer kita :-p tul ga'??! :-&gt; dan masih dalam konteks "beginner" pernah dengar lom..?kata-kata yg berbunyi "berjuta-juta langkah itu di mulai dari langkah yang pertama atau dari satu langkah" kalo belom ya udah ga papa, :D gak ada yang marahin kok, lagian gak diujikan di test smester... ;;) yang jelas kita belum bisa meng-klaim baik buruknya, hanya berdasarkan dari langkah pertama tadi, tapi begimana statistik langkah-langkah selanjutnya cukup berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai, yaitu pada langkah2 berikutnya, atau bahkan diakhir langkah (tapi gak ada akhirnya lho)  apakah ada peningkatan yang cukup bisa dilihat, atau....????&lt;br /&gt;dengan catatan dikesampingkannya faktor "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dewi fortuna&lt;/span&gt;" tentunya...'coz klo dewi fortuna dah ikutan nimbrung, dah laen lagi ceritanya... :-p&lt;br /&gt;trus opo hubungane :-? !!! yang jelas bukan hubungan biasa... :-"  saya katakan bukan hubungan biasa, karena memang luar biasa dan bahkan bisa dikatakan sangat luar biasa... :D apa salahnya kalo kita tengok ke belakang sebentar (kali aja ada yg mau nyontek) hihihi ;;)&lt;br /&gt;jadi  istilah tadi bisa kita applyment-asikan di berbagai hal dan bidang dalam kehidupan kita lho...(D &amp; A tentunya) itu saja.&lt;br /&gt;jadi yg merasa langkah pertamanya kurang mantap, atau gak memuaskan, jangan berkecil hati.. ;) cobalah untuk memantapkannya dilangkah-langkah berikutnya, (bukan berarti yg ngomong dah mantep lho :D ) kalo masih lom berhasil juga, coba lagi..coba lagi..dan terus coba.. ampe bisa dech (kalo bisa)  kalo gak bisa ya jangan terlalu memaksa..pleksibel wae...trus langkah-langkah yang sudah dilewati, jangan dicuek in bgt aja.., tapi jadikan itu sebagei kaca spion buat kendaraan kita, ketika kita akan melewati kendaraan yang ada didepan kita...dengan catatan jangan hanya berpatok pada kaca spion saja, tapi juga tetap memandang luas kedepan, bebaskan pikiran, namun tetep waspada dan hati-hati, awass!!! kendaraan dari arah yang berlawanan, coz klo gak hati-hati, ntar kaya saya dech :"&gt;  niatnya mo nyalip kendaraan didepan malah jadi senggolan ama kendaraan dari arah depan, big 'n fast lagi, yah mau gak mau harus turun dari kendaraan dan berhenti sejenak bwat nyelesein masalah "senggolan" tadi :"&gt; ihiks...ihiks... ;)) jadi malu... =)) =)) =)) intinya...hati-hati kalau naik kendaraan di jalan.&lt;br /&gt;Nyambung "beginner" lg...&lt;br /&gt;Yang pasti manusia gak ada yang lahir langsung jadi nenek-nenek atau kakek-kakek, kalau ada mohon saya dikabari mumpung saya dalam keadaan kaya gini [-pralon presiden-] =)) =))&lt;br /&gt;jadi gak ada kata-kata atau istilah pesimis, but tetep optimis..., hehehe jadi inget mai pren yg ngomong ke ane "epriting is posibel pren, jadi don gip ap so izy yakz..." maka dari itulah, c'mon gede'ke dada...cincing no lengen klambimu...ayo podho njemput srengenge... [-o&lt;  &lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;pokok'e long life peace_maker &amp;amp; pie-pie marker&lt;/span&gt;...&lt;:-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb. ingat..!!! kejahatan bukan bersumber dari pelakunya...tapi karena adanya kesempatan....&lt;br /&gt;WASPADALAH..!!! WASPADALAH..!!! WASPADALAH..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113698632382507229?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113698632382507229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113698632382507229' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113698632382507229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113698632382507229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/01/just-looking-around-8.html' title='just looking around 8-|'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113653444691989198</id><published>2006-01-06T09:57:00.000+02:00</published><updated>2006-01-06T10:01:33.673+02:00</updated><title type='text'>intermezo...:))</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0705/18/04layangan.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0705/18/04layangan.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;                                         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                         Hore... Indonesia Juara II Lomba Layangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi sejumlah anak negeri dari Kota Batam yang memenangi gelar juara dua lomba layangan internasional, membuktikan Indonesia bisa berkompetisi dalam bidang apa saja di level dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini sebuah kebanggaan tersendiri, dan menunjukkan bahwa masih banyak rakyat di negeri Nusantara mampu membawa citra bagus di kompetisi antarbangsa," kata Faizal Fakkar, seorang profesional dan penggemar layangan di Kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Antara, Kamis (5/1), Faizal menyatakan bangga, karena delegasi Indonesia yang berasal dari Kota Batam, mampu menggebrak Festival Layang-layang Dunia (29/12/05 - 1/1/06) di ’A Formosa Resort’, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival itu sendiri, menurut Ketua Rombongan Indonesia, Wan Zamri, diikuti 16 negara, di antaranya Cina, Korea, Jepang, Inggris, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Hongkong, Taiwan, Macao, Kamboja, Thailand dan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri),  didapat informasi, delegasi Indonesia itu telah melaporkan keberhasilan mereka kepada gubernur melalui pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Ibnoe Madja, Selasa (03/01) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain mengharumkan nama negara, para peserta juga sekaligus membanggakan Provinsi Kepri, karena layangan yang dipertandingkan memakai logo provinsi ini," kata Al Huzna, seorang staf utama di Kantor Gubernur, Kamis (05/01).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Wan Zamri kepada pers di Kantor Gubernur menjelaskan, layangan yang dibawa Persatuan Pelayang Provinsi Kepri (Pepelri) itu, bahan bakunya asli berasal dari hutan di Kota Batam, khususnya di kawasan Nongsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, bahannya dari hutan Nongsa. Kalau dihitung beaya keseluruhannya 400 hingga 500 ribu rupiah saja. Dan satu hal yang membuat layangan kami dinilai tinggi, karena kesan tradisional yang sangat kentara. Juga, karena kami mampu menerbangkannya lebih tinggi dari peserta lainnya. Saingan cuma dari China yang kebetulan ditetapkan sebagai juara pertama," kata Wan Zamri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, delegasi Pepelri mewakili Indonesia menyertakan 10 layangan untuk dua kategori pertandingan, ’Train’ dan ’Rokaku’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami berhasil karena kerangka layangannya dari bambu asli. Jadi betul-betul tradisional. Kita juga unggul dari sisi terpanjang ekornya dan tertinggi saat dinaikkan ke angkasa. Selain itu, kita siap menerbangkannya setiap diminta, sementara peserta lain tak selalu siap, karena kesulitan mendapatkan angin," tukas Wan Zamri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan peserta dari negara lain, membawa layangan buatan pabrik dengan arku (rangka) faiber. Sementara Indonesia, sebagian besar diproduksi berdasar bahan-bahan baku lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita unggul karena itu. Juga, karena pengalaman kita membaca arah angin yang terkadang sulit ditebak," tambah Wan Zamri yang menyatakan amat bangga setelah dirinya menerima langsung penyematan penghargaan dari Menteri Besar Negara Malaysia.(kompas,6/01/2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113653444691989198?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113653444691989198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113653444691989198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113653444691989198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113653444691989198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/01/intermezo.html' title='intermezo...:))'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20539900.post-113650683140269010</id><published>2006-01-06T02:16:00.000+02:00</published><updated>2006-01-09T22:44:19.483+02:00</updated><title type='text'>ideologi film</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.80skid.com/shop/SchlindersList.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://www.80skid.com/shop/SchlindersList.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                                        &lt;br /&gt;                                                             Bikin film kok ideologis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak semua sutradara berani bikin film yang mengupas sejarah bermuatan politis dan ideologis. Masalahnya, banyak pihak yang mesti dilibatkan untuk menyempurnakan jalan cerita biar nggak kelayapan keluar dari sejarah. Nggak cuma itu, boleh jadi ada pihak yang ngerasa ‘kesentil’ dengan kupasan sejarah yang diangkat ke layar lebar. Walhasil, film-film model gini sering menuai kontroversi. Tuh repot kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti nasib Film terbaru Steven Spielberg, “Munich” —yang mendasarkan filmnya pada buku berjudul “Vengeance”, karya wartawan Kanada bernama George Jonas, yang menuangkan pengakuan seorang anggota tim agen Mossad yang mundur sebagai protes atas taktik pembalasan keras negerinya— banyak menuai kritik pedas dari  mantan aggota dinas rahasia Israel, Mossad. (Antara News, 13/12/2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ngapain bikin film kalo cuma menuai kontroversi? Jawabannya tentu nggak cuma materi dan popularitas yang dikejar. Ada yang lebih berharga dari sekadar Academy Award. Para produsen itu berusaha menempatkan fungsi film sebagai agen sejarah. Sehingga kalangan sejarawan dapat memanfaatkan film untuk melihat le non-dit des societes (apa yang tidak dikatakan oleh masyarakat). Apa yang tidak muncul dalam pidato atau percakapan resmi tetapi terjadi di masyarakat bisa terekam di dalam film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Film-film sejarah memiliki daya kreativitas yang sangat tinggi. Film-film modern hanya memiliki kelebihan di bidang dialog dan teknik pembuatannya, akan tetapi ia tidak memiliki kreativitas tersebut. Kita umat muslimin memiliki masa lalu yang indah, yang sangat berguna untuk kita jadikan sebagai pelajaran bagi masa depan kita. Kekhawatiran besar saya ialah terhadap jebakan-jebakan yang dipasang oleh musuh-musuh kita. Jebakan-jebakan ini mereka tebarkan melalui propaganda lewat media-media massa mereka. Menurutku media massa dapat dijadikan sebagai senjata yang jauh lebih mematikan daripada bom dan tank,” ungkap Musthapa Akkad (irib.com, november 2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film sebagai alat propaganda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, 80 persen dari informasi yang didapatkan oleh manusia diperolehnya dari indra pengelihatan. Oleh karena itulah film-film dan informasi televisi lebih berpengaruh dalam menyampaikan propaganda, dibandingkan dengan makalah atau media cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan sejarah, banyak film yang sengaja dibuat sebagai alat propaganda karena memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk opini umum. Frank Kapra, sutradara film Amerika membuat 7 film seri yang berjudul Why We Fight selama Perang Dunia II. Begitu pula Jepang membuat film propaganda yang mendukung alasannya berperang, salah satunya The Story of Tank Commander. Termasuk rezim orde baru membuat film G-30S-PKI, untuk mengukuhkan kekuasannya dan membunuh karakter lawan-lawan politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jerman sebelum Perang Dunia II, Nazi amat konsisten dalam konsep maupun implementasinya agar fungsi film sebagai alat propaganda menonjol. Mereka aktif dalam mengontrol skenario, pemilihan pemain, musik, pembuatan film dan distribusinya dengan menyediakan 70.000 buah proyektor 16 mm pada sekolah dan universitas di negeri itu sejak tahun 1936.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Perang Dunia II tahun 1941-1945, Presiden AS, Roosevelt, memulai pembuatan seri film yang bertujuan memberikan justifikasi keterlibatan AS dalam perang serta membenarkan aliansinya dengan Uni Soviet.(Kompas, 24 Mei 1998)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari campur tangan pemerintah, sebagian kalangan perfilman AS dari dulu sengaja bikin film yang bertujuan menyanjung kehebatan sistem sosial dan politik Amerika. Contohnya film-film tentang Perang Vietnam yang dibuat untuk menghibur diri atas kekalahan mereka sampai pada penciptaan tokoh Amerika seperti Rambo yang justru menjadi pahlawan bukan pecundang dari Perang Vietnam. Nah, ketauan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, MUI pernah berfatwa untuk &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;melarang&lt;/span&gt; pemutaran film &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Schlinders List&lt;/span&gt;. Lantaran efek pemutaran film ini dikhawatirkan bisa membangkitkan semangat Yahudi dan mungkin bisa mengubah pandangan masyarakat terhadap Yahudi Israel yang menjajah negeri Palestina. Sementara &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;ar-Risalah&lt;/span&gt; bisa menumbuhkan semangat berjuang bagi kalangan kaum muslimin sekaligus alat propaganda menyebarkan Islam. Jangan heran jika di Jepang banyak pula yang masuk Islam setelah film itu diputar di sana pada tahun 1970-an. Alhamdulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata efektif juga propaganda ideologi lewat film. Pasti seru kalo para produsen Islam juga gencar memproduksi film yang mempropagandakan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Atau membongkar makar orang-orang kafir dalam berbagai tragedi kemanusiaan yang menyudutkan Islam dan Kaum Muslimin. Film jenis ini pasti lebih berbobot daripada film ‘kacangan’ yang melulu mengulik soal cinta, pacaran, seks, dan urusan harta-benda. Ups!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, selaku penikmat film kita harus bisa mensikapinya dengan ‘cerdas’. Agar tidak terjebak oleh tipu daya sineas film yang membenci Islam dan kaum Muslimin. Ambil pelajarannya yang baik. Pastikan sudut pandangnya adalah ISLAM. Di sinilah pentingnya kita mengenal Islam lebih dalam. Agar punya filter yang bisa menyaring pemikiran dan budaya sekular yang menyerang kita via film, siaran televisi, dan media massa lainnya. So, seimbangin dong ilmunya...Pasti! Gaul, syar’i, mabda’i. Huhuy!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20539900-113650683140269010?l=rel-sepur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rel-sepur.blogspot.com/feeds/113650683140269010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20539900&amp;postID=113650683140269010' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113650683140269010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20539900/posts/default/113650683140269010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rel-sepur.blogspot.com/2006/01/ideologi-film.html' title='ideologi film'/><author><name>rel-sepur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07063012109173796203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://www.geocities.com/rel_sepur010/propilku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
